Peluang, sebuah cabang matematika yang mempelajari ketidakpastian dan kemungkinan terjadinya suatu peristiwa, merupakan materi fundamental yang seringkali dihadapi siswa kelas 3 SMK. Pemahaman yang kuat tentang konsep peluang tidak hanya membantu dalam menyelesaikan soal-soal ujian, tetapi juga membekali kemampuan berpikir logis dan analitis yang sangat berharga dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam konteks kejuruan. Artikel ini akan mengupas tuntas latihan soal peluang matematika kelas 3 SMK, dilengkapi dengan pembahasan mendalam untuk membantu Anda menguasai materi ini.
Mengapa Peluang Penting di Kelas 3 SMK?
Di tingkat SMK, konsep peluang seringkali diintegrasikan dengan berbagai aplikasi praktis. Misalnya, dalam jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, peluang digunakan untuk menganalisis kemungkinan kegagalan komponen atau keberhasilan transmisi data. Di bidang Akuntansi, peluang dapat digunakan untuk memprediksi kemungkinan keberhasilan investasi atau risiko kredit. Bahkan di jurusan Tata Boga, peluang bisa relevan dalam memprediksi proporsi bahan baku yang dibutuhkan. Oleh karena itu, pemahaman yang kokoh tentang peluang akan memberikan keunggulan kompetitif bagi siswa SMK.
Konsep Dasar Peluang yang Perlu Diingat

Sebelum kita menyelami latihan soal, mari kita segarkan kembali beberapa konsep dasar yang krusial:
-
Ruang Sampel (S): Himpunan semua hasil yang mungkin dari suatu percobaan.
-
Kejadian (A): Himpunan bagian dari ruang sampel.
-
Peluang Kejadian A (P(A)): Dihitung dengan rumus:
$$P(A) = fractextJumlah anggota kejadian AtextJumlah anggota ruang sampel (S)$$
Nilai peluang selalu berada di antara 0 dan 1 (inklusif), di mana 0 berarti kejadian tidak mungkin terjadi, dan 1 berarti kejadian pasti terjadi. -
Peluang Kejadian Saling Lepas: Dua kejadian A dan B dikatakan saling lepas jika keduanya tidak dapat terjadi bersamaan. Peluang terjadinya A atau B adalah:
$$P(A cup B) = P(A) + P(B)$$ -
Peluang Kejadian Tidak Saling Lepas: Dua kejadian A dan B dikatakan tidak saling lepas jika keduanya dapat terjadi bersamaan. Peluang terjadinya A atau B adalah:
$$P(A cup B) = P(A) + P(B) – P(A cap B)$$
Di mana $P(A cap B)$ adalah peluang terjadinya A dan B bersamaan. -
Peluang Kejadian Saling Bebas: Dua kejadian A dan B dikatakan saling bebas jika terjadinya kejadian A tidak mempengaruhi peluang terjadinya kejadian B, begitu pula sebaliknya. Peluang terjadinya A dan B bersamaan adalah:
$$P(A cap B) = P(A) times P(B)$$ -
Peluang Kejadian Bersyarat: Peluang terjadinya kejadian B dengan syarat kejadian A sudah terjadi.
$$P(B|A) = fracP(A cap B)P(A)$$
Latihan Soal dan Pembahasan Mendalam
Mari kita mulai dengan serangkaian latihan soal yang mencakup berbagai aspek peluang yang relevan untuk kelas 3 SMK.
Soal 1: Dasar-dasar Peluang
Sebuah kotak berisi 5 bola merah, 3 bola biru, dan 2 bola hijau. Jika diambil satu bola secara acak, berapakah peluang terambil bola berwarna biru?
Pembahasan:
-
Identifikasi Ruang Sampel (S):
Jumlah total bola dalam kotak adalah 5 (merah) + 3 (biru) + 2 (hijau) = 10 bola.
Jadi, ruang sampel S memiliki 10 anggota. -
Identifikasi Kejadian (A):
Kejadian yang kita inginkan adalah terambilnya bola berwarna biru.
Jumlah bola biru adalah 3.
Jadi, kejadian A memiliki 3 anggota. -
Hitung Peluang (P(A)):
$$P(textbola biru) = fractextJumlah bola birutextJumlah total bola = frac310$$
Jadi, peluang terambil bola berwarna biru adalah $frac310$.
Soal 2: Peluang Gabungan (Tidak Saling Lepas)
Dari 30 siswa di kelas 3 SMK Teknik, 15 siswa gemar bermain sepak bola dan 12 siswa gemar bermain voli. Jika ada 5 siswa yang gemar bermain sepak bola dan voli, berapakah peluang seorang siswa yang dipilih secara acak gemar bermain sepak bola atau voli?
Pembahasan:
-
Identifikasi Ruang Sampel (S):
Jumlah total siswa adalah 30. Jadi, S = 30. -
Identifikasi Kejadian:
Misalkan A adalah kejadian siswa gemar bermain sepak bola.
Jumlah siswa gemar sepak bola, n(A) = 15.
Peluang siswa gemar sepak bola, $P(A) = frac1530$.Misalkan B adalah kejadian siswa gemar bermain voli.
Jumlah siswa gemar voli, n(B) = 12.
Peluang siswa gemar voli, $P(B) = frac1230$.Kejadian siswa gemar bermain sepak bola DAN voli (irisan).
Jumlah siswa gemar keduanya, n(A $cap$ B) = 5.
Peluang siswa gemar keduanya, $P(A cap B) = frac530$. -
Hitung Peluang Gabungan (A $cup$ B):
Karena ada siswa yang gemar keduanya, kejadian ini tidak saling lepas. Kita gunakan rumus:
$$P(A cup B) = P(A) + P(B) – P(A cap B)$$
$$P(A cup B) = frac1530 + frac1230 – frac530$$
$$P(A cup B) = frac15 + 12 – 530$$
$$P(A cup B) = frac2230$$
Disederhanakan menjadi:
$$P(A cup B) = frac1115$$
Jadi, peluang seorang siswa yang dipilih secara acak gemar bermain sepak bola atau voli adalah $frac1115$.
Soal 3: Peluang Saling Bebas
Dalam sebuah produksi komponen elektronik, terdapat dua mesin: Mesin A memproduksi komponen dengan tingkat cacat 2% dan Mesin B memproduksi komponen dengan tingkat cacat 3%. Jika diambil satu komponen dari masing-masing mesin, berapakah peluang kedua komponen tersebut tidak cacat?
Pembahasan:
-
Identifikasi Ruang Sampel (S):
Kita fokus pada status komponen (cacat atau tidak cacat) dari masing-masing mesin. -
Identifikasi Kejadian:
Misalkan A adalah kejadian komponen dari Mesin A tidak cacat.
Tingkat cacat Mesin A adalah 2%, jadi peluang cacat adalah 0.02.
Peluang tidak cacat dari Mesin A, $P(A) = 1 – 0.02 = 0.98$.Misalkan B adalah kejadian komponen dari Mesin B tidak cacat.
Tingkat cacat Mesin B adalah 3%, jadi peluang cacat adalah 0.03.
Peluang tidak cacat dari Mesin B, $P(B) = 1 – 0.03 = 0.97$. -
Hitung Peluang Kejadian Saling Bebas:
Pengambilan komponen dari Mesin A tidak mempengaruhi pengambilan komponen dari Mesin B, sehingga kedua kejadian ini saling bebas. Kita gunakan rumus:
$$P(A cap B) = P(A) times P(B)$$
$$P(A cap B) = 0.98 times 0.97$$
$$P(A cap B) = 0.9506$$
Jadi, peluang kedua komponen tersebut tidak cacat adalah 0.9506 atau 95.06%.
Soal 4: Peluang Kejadian Bersyarat (Teori Bayes Sederhana)
Sebuah pabrik memiliki dua mesin produksi, Mesin I dan Mesin II. Mesin I menghasilkan 60% dari total produksi, dengan tingkat cacat 5%. Mesin II menghasilkan 40% dari total produksi, dengan tingkat cacat 8%. Jika dipilih satu produk secara acak dari seluruh produksi dan ternyata produk tersebut cacat, berapakah peluang produk tersebut berasal dari Mesin I?
Pembahasan:
Ini adalah contoh klasik dari penerapan Teori Bayes.
-
Definisikan Kejadian:
Misalkan M1 = kejadian produk berasal dari Mesin I.
Misalkan M2 = kejadian produk berasal dari Mesin II.
Misalkan C = kejadian produk cacat. -
Diketahui Probabilitas:
$P(M1) = 0.60$ (Produksi dari Mesin I)
$P(M2) = 0.40$ (Produksi dari Mesin II)
$P(C|M1) = 0.05$ (Tingkat cacat Mesin I)
$P(C|M2) = 0.08$ (Tingkat cacat Mesin II) -
Yang Dicari:
Kita ingin mencari $P(M1|C)$ (peluang produk berasal dari Mesin I, DIBERIKAN produk tersebut cacat). -
Rumus Teori Bayes:
$$P(M1|C) = fracM1) times P(M1)P(C)$$ -
Hitung P(C) (Peluang Produk Cacat Secara Keseluruhan):
Produk cacat bisa berasal dari Mesin I atau Mesin II.
$P(C) = P(C cap M1) + P(C cap M2)$
$P(C) = P(C|M1)P(M1) + P(C|M2)P(M2)$
$P(C) = (0.05 times 0.60) + (0.08 times 0.40)$
$P(C) = 0.030 + 0.032$
$P(C) = 0.062$ -
Hitung P(M1|C):
$$P(M1|C) = fracM1) times P(M1)P(C)$$
$$P(M1|C) = frac0.05 times 0.600.062$$
$$P(M1|C) = frac0.0300.062$$
$$P(M1|C) = frac3062 = frac1531$$
Jadi, jika dipilih satu produk secara acak dan ternyata produk tersebut cacat, peluang produk tersebut berasal dari Mesin I adalah $frac1531$.
Soal 5: Permutasi dan Kombinasi dalam Peluang
Sebuah tim proyek terdiri dari 8 anggota. Akan dipilih seorang ketua dan seorang sekretaris dari tim tersebut. Berapakah peluang terpilihnya Andi sebagai ketua dan Budi sebagai sekretaris?
Pembahasan:
Dalam soal ini, urutan pemilihan penting (ketua dan sekretaris adalah jabatan yang berbeda), sehingga kita menggunakan konsep permutasi.
-
Identifikasi Ruang Sampel (S):
Berapa banyak cara memilih seorang ketua dan seorang sekretaris dari 8 anggota?
Untuk ketua, ada 8 pilihan.
Setelah ketua terpilih, untuk sekretaris, ada 7 pilihan tersisa.
Jumlah total cara memilih ketua dan sekretaris adalah $8 times 7 = 56$.
Ini sama dengan permutasi $P(8, 2) = frac8!(8-2)! = frac8!6! = 8 times 7 = 56$.
Jadi, n(S) = 56. -
Identifikasi Kejadian (A):
Kejadian yang diinginkan adalah terpilihnya Andi sebagai ketua DAN Budi sebagai sekretaris.
Hanya ada 1 cara agar kejadian ini terjadi.
Jadi, n(A) = 1. -
Hitung Peluang (P(A)):
$$P(A) = fractextJumlah cara terpilihnya Andi sebagai ketua dan Budi sebagai sekretaristextJumlah total cara memilih ketua dan sekretaris$$
$$P(A) = frac156$$
Jadi, peluang terpilihnya Andi sebagai ketua dan Budi sebagai sekretaris adalah $frac156$.
Soal 6: Kombinasi dalam Peluang
Dari 10 kandidat guru, akan dipilih 3 orang untuk mengajar di sebuah sekolah. Berapakah peluang bahwa dari 3 orang yang terpilih, terdapat calon bernama Siti dan Amir?
Pembahasan:
Dalam soal ini, urutan pemilihan tidak penting (ketiga orang yang terpilih akan menjadi guru, tidak ada perbedaan jabatan). Oleh karena itu, kita menggunakan konsep kombinasi.
-
Identifikasi Ruang Sampel (S):
Berapa banyak cara memilih 3 orang dari 10 kandidat?
Ini adalah kombinasi $C(10, 3) = binom103$.
$$C(10, 3) = frac10!3!(10-3)! = frac10!3!7! = frac10 times 9 times 83 times 2 times 1 = 10 times 3 times 4 = 120$$
Jadi, n(S) = 120. -
Identifikasi Kejadian (A):
Kejadian yang diinginkan adalah terpilihnya Siti dan Amir, ditambah satu orang lagi dari kandidat yang tersisa.
Karena Siti dan Amir sudah pasti terpilih, kita hanya perlu memilih 1 orang lagi dari sisa kandidat.
Jumlah kandidat awal = 10.
Siti dan Amir sudah terpilih, jadi sisa kandidat = $10 – 2 = 8$.
Kita perlu memilih 1 orang dari 8 kandidat sisa: $C(8, 1) = binom81 = 8$.
Jadi, n(A) = 8. -
Hitung Peluang (P(A)):
$$P(A) = fractextJumlah cara terpilihnya Siti, Amir, dan 1 orang lagitextJumlah total cara memilih 3 orang$$
$$P(A) = frac8120$$
Disederhanakan menjadi:
$$P(A) = frac115$$
Jadi, peluang terpilihnya Siti dan Amir dari 3 orang yang dipilih adalah $frac115$.
Tips Tambahan untuk Menguasai Peluang:
- Pahami Soal dengan Baik: Baca soal berulang kali dan identifikasi informasi kunci, termasuk jumlah total objek, jumlah objek yang diinginkan, dan apakah urutan penting atau tidak.
- Gambar Diagram: Untuk soal yang lebih kompleks, diagram pohon atau tabel dapat sangat membantu dalam memvisualisasikan semua kemungkinan hasil.
- Latihan Rutin: Semakin banyak Anda berlatih, semakin terbiasa Anda dengan berbagai jenis soal dan strategi penyelesaiannya.
- Pahami Konsep Dasar: Jangan hanya menghafal rumus. Pastikan Anda benar-benar memahami makna di balik setiap konsep (ruang sampel, kejadian, saling lepas, saling bebas, dll.).
- Manfaatkan Sumber Belajar Lain: Gunakan buku teks, catatan guru, video pembelajaran, atau forum diskusi untuk memperdalam pemahaman Anda.
- Kerjakan Soal Ujian Sebelumnya: Ini adalah cara yang sangat efektif untuk mengukur kesiapan Anda dan membiasakan diri dengan format soal ujian.
Kesimpulan
Peluang matematika memang bisa menjadi tantangan, namun dengan pendekatan yang tepat dan latihan yang konsisten, Anda pasti bisa menguasainya. Memahami konsep-konsep dasar, mampu mengidentifikasi jenis-jenis kejadian (saling lepas, tidak saling lepas, saling bebas), serta menguasai penggunaan permutasi dan kombinasi adalah kunci sukses dalam menyelesaikan soal-soal peluang di kelas 3 SMK. Teruslah berlatih, jangan ragu untuk bertanya, dan Anda akan melihat kemajuan yang signifikan dalam kemampuan Anda dalam bidang ini. Semoga artikel ini menjadi panduan yang bermanfaat dalam perjalanan Anda menguasai peluang matematika!


Tinggalkan Balasan